8 Nov 2016

3 SINDIKAT GANJAL MESIN ATM LINTAS PROVINSI DIRINGKUS POLRES LUMAJANG

Selasa Siang (8/11) 2016 sekira pukul 11.00 WIB, Satuan Reskrim Polres Lumajang menggelar Press Release tindak pidana Kasus Pencurian dengan Pemberatan "ganjal ATM". Wakapolres Lumajang Kompol Bambang Setiawan S.Pd memimpin kegiatan siang ini dengan didampingi oleh Kasat Reskrim,  KBO Reskrim serta Kanit Pidum yang menangani masalah tersebut.

Tim Nenggala dan Anggota Reskrim Polsek Jatiroto berhasil menangkap salah satu pelaku yaitu A dirumahnya diwilayah Kec Candipuro pada (10/10) 2016. Dari hasil pemeriksaan pelaku, mengembang ke dua tersangka lainnya yaitu AA dan AL. 
Dari hasil pengembangan kedua pelaku ini ditangkap di dua tempat yang berbeda yaitu di Banyumas dan Kendal Jawa Tengah. 

Menurut pengakuan tersangka, mereka menjalankan aksinya di 9 kota di Jawa timur masing masing Surabaya, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Karangploso (Malang), Banyuwangi, Balung (Jember), Jatiroto (Lumajang), dan Batu.

Modus pelaku sindikat ganjal ATM ini melakukan Pencurian uang korban di balik ATM BRI Unit Jatiroto an.M Toha dengan cara mengganjal ATM dengan batang korek api, dengan kerugian korban mencapai Rp.51.673.750.

Adapun peran masing masing tersangka yaitu S sebagai DRIVER, G sebagai pemutus nomer pin korban serta J sebagai pemasang ganjal ATM serta pengambil ATM yang tertelan dengan menggunakan gergaji.

Petugas berhasil mengamankan Barang Bukti dari pelaku diantaranya 1 Mobil Daihatsu Xenia warna Abu Metalik Nopol N-1053-YK tahun 2014 serta dua pak korek api batang, beberapa buah gergaji kecil, gunting, beberapa kartu ATM berbagai jenis diantaranya ATM BRI, BCA, sebuah Hp BlackBerry Q10 dan Dua cincin emas seberat 10 gr. 

Wakapolres Lumajang menjelaskan melalui media bahwa Sindikat pelaku ini menggunakan alat sederhana, pelaku melaksanakan kontak langsung dengan para calon korbannya, mereka bekerja dengan merusak mesin ATM. "Setelah dirasa berhasil membuat korbannya merasa kesulitan maka salah seorang masuk dengan cara berpura-pura menolong korbannya, Dari situlah masing masing peran bekerja pada ahli nya "ujar pamen dengan satu melati ini.

Kini ketiga pelaku berikut barang bukti diamankan di Polres Lumajang guna penyidikan lebih lanjut, mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (humas)