29 Nov 2016

KAPOLRES HADIRI GELAR ASESMEN TERPADU REHABILITASI BNNK LUMAJANG

Lumajang - Badan Narkotika Provinsi Jatim melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang rehabilitasi ke wilayah Kabupaten jajaran Jawa Timur dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecanduan dan peran penyalahgunaan dalam tindak pidana narkotik. Maka BNNK Lumajang selaku tuan rumah menggelar acara Asesmen Terpadu Rehabilitasi yang langsung dipimpin oleh Kabid Rehab BNNP Jatim AKBP Firmansah selaku Narasumber dalam acara siang ini.


Bertempat di Aula Klapan Resto Jl. Mahakam No 30 kel Jogotrunan Lumajang pada Selasa (29/11) sekira pukul 11.00 Wib. Kapolres Lumajang dan Kepala BNNK Lumajang beserta para peserta asesmen terpadu  diantaranya Kasat Narkoba beserta anggota Para Kapolsek Jajaran Polres Lumajang, Para Kanit Reskrim Polsek Jajaran, serta anggota BNNK Lumajang mendapatkan pengarahan langsung dari BNNP untuk mengoptimalkan penyelesaian permasalahan narkotika.


Saat menyampaikan pengarahan dihadapan undangan, beliau menyampaikan bahwa di Kabupaten Lumajang ini masih menjadi sasaran karena kita mengimbang  dari kota Jember dan Malang. Dilaporkan juga keberhasilan tim Narkoba Polres Lumajang berhasil menangkap bandar sabu sejumlah 38 gr serta pengungkapan terbesar pil koplo yang mencapai 61.000 butir. "Tepuk tangan buat kasat Narkoba" ujar Kapolres mencairkan suasana.

Ke depan Kapolres Lumajang berharap kepada Kapolsek jajaran yang belum bisa mengungkap peredaran narkoba di wilayah nya masing masing bukan berarti tidak ada karena hal ini membayangi generasi muda kita yang khususnya pil koplo yang merambah sampai ke tingkat sekolah menengah.

"Pil koplo terutama terkait dengan beberapa kejadian seperti tawuran, pembacokan, penganiayaan setelah ditarik benang merah mereka menggunakan pil anjing sebelum melakukan aksinya Beliau menambahkan  walaupun operasi bersinar sudah lewat masa berlakunya. "Insyaallah Lumajang akan selalu aman dan kondusif. Semuanya ini merupakan atensi kita semua nya. Kepada anggota semuanya, sebelum kita menyapu kotoran hendaknya kita sendiri ke dalam harus lah bersih. Janganlah terindikasi apalagi sampai menjadi pengedar, karena tidak akan ada ampun kepada anggota seperti itu." Jelas beliau di akhir Sambutannya.


Hal tersebut diatas dipertegas dengan pernyataan Narasumber, AKBP Firmansah sebelum melakukan paparannya. Bahwa tidak ada satupun daerah di indonesia yang bebas dari penyalah gunaan narkoba selain itu  negara kita Indonesia sedang mengalami 3 darurat yaitu Darurat Narkoba, Darurat Korupsi serta Darurat Kejahatan Sexual terhadap anak di bawah umur. 


Kenapa Indonesia dikatakan sebagai darurat Narkoba??? melalui penelitian bahwa kejahatan Narkoba  semenjak 2016 telah menelan korban sebanyak 5 juta,  dengan jumlah kematian per hari sekitar 33 - 40 juta atau pertahun  mencapai 200 ribu jiwa. Dengan kerugian  mencapai 63 Triliun dengan jumlah 56 Triliun melalui sektor Ekonomi serta 7 Triliun melalui sektor  Sosial. Narasumber menjelaskan pokok materi kepada para peserta sosialisasi tentang Tugas tim asesmen terpadu, kewenangan, masa kerja tim, mekanisme serta tempat tempat dimana seseorang dapat melakukan rehabilitasi.dan hal tersebut diuraikan dengan rinci oleh mantan Kasat Binmas Polrestabes Surabaya ini. (Humas)