23 Jan 2017

KAPOLRES PAPARKAN MATERI ANTI NARKOBA DIHADAPAN ANGGOTA GRANAT KABUPATEN LUMAJANG



Usai dilaksanakan pelantikan Dewan Pembina Cabang Granat Kabupaten Lumajang, dilanjutkan dengan kegiatan TOT ( Training of Trainer) pada Senin (23/1) sekira pukul 11.00 wib yang dimoderatori oleh Bapak Iqro Mahmudi,SE anggota granat Kabupaten Lumajang  dengan nara sumber Kapolres Lumajang, Dandim 0821, Kepala BNNK serta Ibu Dra Ari Soeripan MM selaku Dewan pembina daerah Granat Jawatimur .
Sebelum memaparkan materi beliau mengapresiasi tentang kepengurusan Granat Kabupaten Lumajang yang terdiri dari tokoh ulama, pengusaha serta wartawan. "Dengan keberagaman itu dijadikan satu wadah saya yakin mudah-mudahan Kabupaten Lumajang semakin bersinar kenapa saya sampaikan bersinar karena itu merupakan sandi yang digunakan Polri di Nusantara" ujar Kapolres.

"Saya mencuplik sambutan Presiden ketika menghadiri pembuka peringatan HANI (Hari Anti Narkotika) bahwa angka penggunaan narkoba sangat besar tercatat tahun 2005 bahwa 5,1 juta orang meninggal dunia kemudian setiap hari kurang lebih 50 generasi muda mati narkoba merupakan kejahatan luar biasa sudah menyusup kemana-mana masuk ke orang dewasa maupun anak-anak kecil SMA,SMP,SD bahkan ke anak TK tidak mengenal umur tidak mengenal pekerjaan tidak mengenal profesi ada yang terkontaminasi yaitu ulama TNI POLRI dan bisa kami sampaikan bahwa mereka para bandar yang ingin indonesia hancur dengan penyalah gunaan narkoba mereka meningkatkan mereka berinovasi setelah modusnya modusnya bagaimana barang ini sampai ke masyarakat mereka berinovasi bagaimana caranya barang ini laku di tengah-tengah masyarakat mereka meningkatkan modusnya salah satunya contoh dengan menggunakan perempuan dengan melewati barang yang tidak terduga pak KAPOLRI menyampaikan pres rilis untuk berperang melawan narkoba, narkoba harus di lawan dan kita tegaskan perang narkoba di indonesia  semua elemen harus bersinergi" Kapolres menerangkan.

Dalam paparannya beliau menyampaikan data perbandingan penyalahgunaan narkoba tahun 2015 dengan tahun 2016. pada tahun 2015 Kepolisian Resort Lumajang berhasil mengungkap peredaran serta penyalahgunaan narkotika sejumlah 28 kasus dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 35 kasus pengungkapan ini di bantu masyarakat yang membantu tugas POLRI. Disampaikan pula oleh Kapolres bahwa penyalahgunaan terbesar tahun 2016 adalah Kecamatan Tempursari. Hal ini selain jauh dari pusat kota juga dengan dimudahkan para bandar di kota tetangga melakukan kegiatan transaksi mereka.

Setelah Kapolres memaparkan materi, dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator seputar kasus penyalahgunaan narkotika yang banyak merambah generasi penerus bangsa. (humas)