22 Feb 2017

"DEKLARASI 222" Gerakan Lumajang ZERO MILONARKOBAYA

 
Lumajang - Upaya Polres Lumajang dalam menyelamatkan Generasi Bangsa yang diprakarsai oleh Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono S.I.K mendapat respon positif serta dukungan dari Forkopimda, Para Alim Ulama, Tokoh masyarakat, Dinas Instansi terkait. Siang ini Rabu (22/2) sekira pukul 09.30 WIB di halaman Polres Lumajang dilangsungkan kegiatan "Deklarasi 222" Gerakan Lumajang ZERO MILONARKOBAYA.
Di hadiri oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang Wakil Bupati Dr. Buntaran Suprianto, Wakil Ketua DPRD Sugiantoko, Kasdim 0821 Mayor Inf. M.Irawan, Kajari Lumajang Tengku Muzavar, S.H., M.H,  Ketua PN Kabupaten Lumajang diwakili (panitera),  Kepala BNN Kabupaten Lumajang diwakili oleh Kompol Sukadi, S.H., Danyon 527/BY diwakili oleh Lettu Inf. Nasichin, Ketua DPC Granat Lumajang Adam Bahiro, Ketua FKUB Kabupaten Lumajang KH Samsul Huda, Kepala Dishub Kabupaten Lumajang Rohani, S.Sos., Lurah atau Kepala Desa Sekecamatan Lumajang, Ketua MUI Kabupaten Lumajang KH. Muslim Farid, Kepala Sekolah SMA/MA dan SMP/MTs Kabupaten Lumajang, Kepala RS Bhayangkara Lumajang diwakili oleh AKP Rohmat, Kepala Unit P3M Lumajang Koptu Winarto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang diwakili oleh Drs. Winadi.

Dalam acara yang elegan, Kapolres menyampaikan paparan tentang Program Gerakan Lumajang ZERO MILONARKOBAYA. "Telah diinformasikan sebelumnya bahwa lahirnya gerakan ZERO MILO NARKOBAYA merupakan kepedulian POLRI khusus nya di Wilayah Kabupaten Lumajang untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan minuman keras lokal oplosan seperti Alkohol 70-90% yang dicampur dengan serbuk minuman energi. Obat batuk cair terlebih lagi Salep Anti Nyamuk yang dengan mudah di dapatkan di toko toko lokal maupun di waralaba" Ujar AKBP Raydian Kokrosono S.I.K.
Berbagai dampak dan Pengaruh negatif akibat dari mengonsumsi MILO seperti Obesitas, Kerusakan Lambung, Gangguan Jantung, Pengerasan Hati, Kebutaan, Kanker bahkan Kematian sehingga mempengaruhi perbuatan yang melanggar aturan dan tindak kriminalitas seperti penganiayaan, Tindak Asusila, Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor) , pembunuhan, curas (Pencurian dengan Kekerasan), begal, tawuran serta Laka lantas
"Jika berdiri sendiri barang - barang tersebut tidak akan menimbulkan masalah karena sesuai dengan petunjuk penggunaannya semisal Alkohol yang dapat digunakan untuk antiseptic serta pelarut kimia, namun jika kedua barang tersebut bertemu dan  dicampur dapat menjadi minuman keras lokal oplosan, itu yang menjadi masalah buat kita semua dan hal tersebut sering disalah gunakan oleh generasi muda penerus bangsa " ungkap Kapolres.

Menanggulangi masalah MILO ini Kapolres Lumajang mengajak semua pihak untuk memerangi Minuman Berbahaya ini. Diharapkan semua pihak untuk melaksanakan peran dan tanggung jawab sesuai dengan tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing dengan memberikan teladan, kasih sayang, pengawasan dan tindakan preemtif lainnya serta memberikan informasi kepada Kepolisian apabila mengetahui penyalahgunaan Minuman Oplosan tersebut.
Gerakan ini merupakan langkah serius Polres Lumajang dalam memerangi fenomena MILO yang telah merusak mental dan perilaku gernerasi muda. "Dalam kasus Narkoba dan miras Illegal sudah ada dasar penindakan dan hukuman bagi pelaku maupun pengedar namun dalam kasus MILO ini dasar penindakan tidak ada , hukuman dilakukan secara pembinaan" Tambah perwira dua melati ini.

Kegiatan Deklarasi ZERO MILONARKOBAYA ini dilanjutkan dengan Pembacaan Deklarasi Gerakan Lumajang ZERO Milonarkobaya, Pengguntingan pita oleh Wakil Bupati, serta pemusnahan barang bukti secara simbolis hasil dari Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2017 yang digelar beberapa waktu lalu didapat dari 7 TKP, 8 Tersangka, 2 pengguna, 4 pengedar dan 2 kurir. Barang bukti yang dimusnahkan yaitu 13,9 gr sabu, 1257 pil koplo. Hasil Ungkap MILONARKOBAYA 3 bulan terakhir yang dimusnahkan yaitu 7000 pil kuning, 18.200 pil trihexiphnidyl, 20.000 pil putih logo Y, dan 1.697 botol miras.
Diakhir paparan, Kapolres menayangkan video dokumenter hasil investigasi Polres Lumajang terhadap fenomena maraknya MILO dikalangan anak muda di wilayah Kabupaten Lumajang. Video tersebut cukup menggugah perasaan emosional para undangan.

Ada yang unik dalam acara ini yaitu burung merpati yang dilepas pada saat ceremony Deklarasi Gerakan Lumajang Zero MILONARKOBAYA sejumlah 222 ekor yang disesuaikan dengan hari tanggal dilaksanakan "Deklarasi 222" Gerakan Lumajang ZERO MILO NARKOBAYA yaitu 22 Pebruai .(Humas)