16 Feb 2017

POLRES LUMAJANG MERUNDUK MEBINA DIRI DENGAN ASMAUL HUSNA


Lumajang - Kepolisian Resort Lumajang kembali mengadakan kegiatan pembinaan rohani keagamaan bagi anggotanya pada hari Kamis (16/2) sekira pukul 08.00 WIB, kegiatan berlangsung di lobby Mapolres, Pembinaan mental kerohanian  dipimpin oleh Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono S.I.K didampingi Wakapolres Lumajang .

Bersama pejabat utama serta keluarga besar Korps baju coklat ini,  tampak hadir sesepuh Polri baik Purnawirawan maupun  warakawuri serta lintas sektoral anggota Kodim 0821, anggota Yonif 527/By serta  anggota Satpol PP yang hadir dalam majelis yang barokah ini. 
Diawali dengan membaca Asmaul Husna, pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan lantunan Sholawat Nabi serta dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ust Fauzan selaku penceramah. Pembinaa rohani yang dengan berjalan dengan hikmat ini berjalan dengan lancar dan kondusif.

Ust. Fauzan memberikan ceramah agama tentang bagaimana di zaman sekarang banyak orang tertipu karena perbuatannya. " Dengan perilaku yang mengikuti berjalannya globalisasi kadangkala menyebabkan manusia melupakan kewajiban utamanya bahwa mereka hidup di dunia untuk mati " Ujar Ust. Fauzan. 
Dengan Filosofi buah kelapa dan semangka  " buah kelapa laris buahnya dan jaya saat berada diatas akan tetapi saat jatuh tak berharga, lain hal dengan buah semangka ketika panen semangka diambil naik truk naik pangkat , dengan filosofi tersebut dapat kita artikan bahwa tak selamanya orang yang sombong, memiliki Jabatan dan kekuasaan dapat bertahan kecuali orang tersebut memiliki hati yang rendah hati dan juga tidak sombong " tambanya dengan penuh keyakinan.

Ada 3 perkara yang membuat kita tertipu di Dunia ini  :
1.Banyak orang yang merasa dirinya riya karena amal kebajikan yang ia lakukan
2. Orang kaya yang malas bersedekah, dengan kita bersedekah uang kita di akhirat dapat kita ambil jadi rezeki tidak hanya berupa uang , banyak harta yang kita kumpulkan namun belum sempat kita nikmati
3.orang yang mengira jagoan /hebat adalah orang yang telah mengalahkan musuh nya. Orang yang hebat adalah orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya. Memaafkan akan lebih mulya daripada kita menambah musuh⁠⁠⁠⁠. 

Berbagai macam penjelasan Ust. Fauzan berikan dapat diambil kesimpulan, bahwa manusia di zaman dahulu dan sekarang memiliki kewajiban yang sama yaitu terus mengamalkan perilaku Nabi Muhammad SAW serta tetap berpedoman dengan AL - Quran. Dan dengan rasa syukur yang berlebih manusia akan memiliki sifat rendah hati dan sabar. (Humas)