24 Mar 2017

3 PILAR PLUS KABUPATEN LUMAJANG PERANGI HOAX MELALUI BUDAYA TABAYYUN

Lumajang - Kepolisian Resort Lumajang langsung bereaksi terhadap marak nya berita Hoax yang saat ini  banyak bermunculan di media sosial yang tidak dapat dipertanggung jawab kan kebenaran, menyikapi hal itu Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono SIK menggandeng Stake Holder terkait untuk melaksanakan rapat koordinasi  3 pilar plus dengan tema " TURN BACK HOAX" Melalui Budaya Tabayyun dalam rangka mewujudkan Harkamtibmas. Rapat koordinasi tersebut dilangsungkan di ruang eksekutif Polres Lumajang pada Jumat (24/3) sekira pukul 09.00 wib kegiatan terseburt dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang dan  dihadiri oleh Dandim 0821 Letkol.Inf Imam Purnomo Hadi SIP, Asisten Pemerintahan pemkab Lumajang Susianto SH Waka Polres Lumajang,Kapolsek Jajaran Polres Lumajang  Kepala Dinas Sosial, Kepala Kesbangpol, Ketua GP Ansor, Ketua FKUB, Ketua FKWL (Media), Ketua PC Muhammadiyah , Ketua PC Nahdhatul Ulama, Kepala Kementrian agama serta Kasat Pol PP.

 

Dalam Sambutan nya Kapolres Lumajang mengatakan bahwa peran 3 pilar plus yang kita angkat pada hari ini yakni " TURN BACK HOAX" kami berharap situasi kondisi lumajang masih tetap aman dan kondusif sudah berkali kali  kegiatan masyarakat melalui kegiatan pencegahan serta  dini deteksi dini selain itu kekompakan tiga pilar plus juga tergambar dalam hal kegiatan keragamaan kita dengan  perkembangna globalisasi ada akses yg khawatirkan ada hoax ada isu isu yang menyesatkan.

kesempatan selanjutnya Kapolres Lumajang memberikan paparan materi kepada para undangan dengan dasar  Marak nya issue di media sosial berita penculikan anak di bawah umur dan dijual organ tubuhnya yang menimbulkan keresahan di masyarakat  
Adapun Hoax yang berarti Tipuan, menipu, bisa juga diartikan berita bohong ( berita palsu)/ kabar burung 
Adapun ciri ciri Hoax diantara nya;
- Hoax bisa berupa email, Broadcast hingga sms
- Banyak ditemukan di media sosial terutrama FB
- Terkesan sensasional atau heboh
- Kalimat yang mendorong pembaca menyebar luaskan pesan
- Diawali kata kata sugesti dan heboh dan provokatif
- Cenderung mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain
- Bertujuan kampanye gelap 
- Tidak muncul di media massa/on line yang terpercaya 

dalam hal yang ramai diperbincangkan di media sosial tentang Hoax tersebut yaitu kasus penculikan yang diatur dalam pasal 33 KUHP dan pasal 83 UU Perlindungan anak, bunyi apsal 330 KUHP yang bebbunyi " Barang siapa dengan sengaja menarik seseorang yang belum cukup umur, dari kekuasaan yang menuntut undang undang yang ditentukan atas dirinya atau dari pengawasan orang yang berwenang untuk itu, diancam dengan pidana penjara maksimal 7 tahun.
Adapun upaya Polri yang menghadapi marak nya penyebaran berita Hoax  diantara nya
- Sosialisasi dan Binluh kepada masyarakat / sekolah 
- Kounter opini melalui media sosial dan deteksi aksi 
- bersama 3 pilar melaksanakan penggalangan tokoh masyarakat, tokoh agama , tokoh pemuda dan masyarakat media guna tangkal isu Hoax 
- Penegakan terhadap hukum terhadap pelaku sebar isu hoax dan pelaku main hakim sendiri 

"Dalam melawan Hoax , tak hanya Polri saja yang harus berbuat namun kepedulian orang tua masyarakat serta guru juga sangat berperan dalam melawan kasus ini" jelas Kapolres 

Dalam sambutan  nya Komandan Kodim  0821 Letkol Inf Imam Purnomo Hadi SIP menyatakaan pihak nya juga mendapatkan perintah dari komando  untuk  melawan pemberitaan yang menyesatkan masyarakat tersebut, " Jika jaman dahulu kita berperang, tahu mana itu lawan mana itu kawan. namun saat ini dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. kita tidak tahu tentang bahaya yang sedang kita  hadapi kalau kita tidak waspada maka kita akan kalah terhadap mereka" ungkap nya

Diakhir kegiatan ini,  Kapolres Lumajang meminta kepada para undangan sekalian untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pemberitaan Hoax yang beredar luas di media sosial khusus nya di Facebook, serta meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak main hakim sendiri karena Polri masih ada di tengah tengah masyarakat  yang dapat membantu keluhan dari masyarakat  ( Humas)