24 Mar 2017

VIRAL DI MEDSOS KASUS PENCULIKAN ANAK DI JATIROTO LUMAJANG, PEMILIK AKUN FB CHAESANG PANGAREP AKUI BERITA ITU HOAX

Lumajang - Mohammad Fauzi (30) warga Dusun Wedusan Rt 002/ Rw 009 Desa/Kecamatan  Jatiroto Kabupaten Lumajang . melalui akun Facebook milik nya yang bernama Chaesang Pangarep. dalam postingan miliknya,  ia  memposting gambar dua orang babak belur ditangkap oleh anggota Polsek Jatiroto yang dinyatakan oleh pemilik akun tersebut bahwa mereka sebagai  penculik anak.

Bertempat di ruang Sat Reskrim pada Jumat ( 24/3) sekira pukul 13.20 wib ia meluruskan kabar kebenaran berita tentang penculikan anak tersebut , Mohammad Fauzi secara resmi melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang sudah beredar bahwa perbuatan yang ia lakukan  itu salah dan kebenaran berita tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan yang isi nya :

"Saya Mohammad Fauzi pemilik akun FB Chaesang pangarep yang pada kemaren hari kamis tanggal 23 maret jam 09.00 wib yang sempat menuliskan status lurah jatiroto "Tangkap penculik anak" Bahwa apa yang saya tulis tersebut tidak benar oleh karena itu saya meminta maaf yang sebesar besar nya apa yang saya perbuat meresahkan masyarakat Lumajang. dan saya berjanji tidak akan mengulangi serta menghimbau kepada masyarakat lumajang untuk tidak mudah percaya terhadap berita berita yang beredar di media sosial yang belum tentu kebenarannya dan jika ada informasi suatu tindak pidana untuk melaporkan  kepada pihak kepolisian" Ungkap nya 

Dalam kasus ini, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Tinton Yudha Riambodo SH SIK menyebutkan bahwa berdasarkan yang kami lihat  adanya postingan dari Facebook tersebut  dan terfokus dalam status yang dibuat akun tersebut tentang adanya kabar berita penculikan anak yang sangat meresahkan masyarakat, pelaku membuat persepsi bahwa orang gila tersebut dinyatakan sebagai pelaku kasus penculikan anak 

Setelah kami lakukan penyelidikan di lapangan kami menemukan adanya bukti bahwa motif pelaku melakukan perbuatannya hanya sebagai iseng , efek yang ditimbulkan oleh perbuatan pelaku membuat keresahan di masyarakat Lumajang terlebih kini postingan tersebut menjadi viral 
kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita berita yang belum tentu jelas kebenaran nya /Hoax. saya harap masyarakat lebih cerdas dan lebih selektif dalam menyikapi suatu berita (Humas)