4 Mei 2017

AKHIR CERITA PELAKU CURAS 7 TKP YANG MERESAHKAN MASYARAKAT

Lumajang - Tim Nenggala Polres Lumajang berhasil menangkap salah satu komplotan tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada hari Rabu (3/5) sekira pukul 21.15 wib. Pelaku melaksanakan aksi nya pada 16 April lalu dengan menggasak satu unit sepeda motor honda Vario 150 tahun 2016 dengan korbannya Alex Adi Purnomo (30) warga Dsn Tegir Rt 02/01 Ds Pasirian Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono S.I.K saat jumpa pers siang ini.Kamis (4/5) sekira pukul 13.00 wib.mengatakan kepada sejumlah awak media  "Setelah kita ungkap tersangka  atas nama MA (21) warga Ds Lempeni Kecamatan Tempeh .tertangkap di Stadion Tempeh, pada saat tertangkap yang bersangkutan akan  melakukan  transaksi tentang motor hasil dari kejahatannya. pada saat penangkapan tersangka mencoba melarikan diri dan melawan petugas, kemudian kita kembangkan ada 7 kasus curas yang pernah dilakukan oleh tersangka, 2 diantaranya dilakukan di Candipuro, sekali di Pasirian, sekali di tempeh, sekali di sumbersuko, kemudian ada dua percobaan di tempeh dan di Pasirian yang belum mendapatkan hasil"Papar nya 

Modus yang dilakukan oleh tersangka dan kawanan nya yaitu memepet  lalu menyemprotkan air cabe ke muka korban nya kemudian diambil sepeda motor korban  modus lain yaitu tersangka menakut nakuti korbannya dengan mengancam akan melukai korban nya  dengan menggunakan senjata tajam.

Barangbukti yang berhasil diamankan oleh petugas diantaranya:
- Satu unit sepeda motor YamahaVixion warna hitam Nopol N 5063 UB atas nama Basoni DsTekung Kecamatan Tekung yang merupakan hasil kejahatan pelaku saat beraksi di Dsn Kletek Ds Tumpeng Kecamatan Candipuro
- Satu unit sepeda motor Honda Vario 150 tahun 2016 warna hitam Nopol N 6674 UT 
- Satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2016 warna hitam nopol 4783 PE 
- Satu unit sepeda motor kaisar /Triseda warna merah Nopol N 9264 YE 
- sebuah semprotan burung berisi cairan cabai 
Atas perbuatan yang telah dilakukannya, kini pelaku harus mendekam di balik jeruji besi rumah tahanan Mapolres Lumajang, Penyidik kepolisian menjerat tersangka dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara (Humas)