18 Mei 2017

WARGA LUMAJANG MENYESAL AKIBAT POSTINGAN HATE SPEECH


Lumajang – BA (35) warga Kelurahan Jogotrunan Kecamatan Kota Lumajang melalui akun Facebook "Cahaya Cinta" pada tanggal 15 Mei 2017 pukul 18.00 WIB
telah memposting status “BEGAL BERSERAGAM BERAKHIR TANGGAL 22 MEI” yang diunggah di Grup Facebook Lumajangsatu dan kemudian mengundang perhatian dan komentar para Facebookers lain dan bahkan dilanjutan dengan komentar dengan kata-kata “BERANINYA KROYOKAN NAIK MOBIL WIUW WIUW”

Dari hasil pemantauan pihak Polres Lumajang, perkataan tersebut telah mengarah muatan penghinaan yang mengarah kepada pencemaran nama Institusi Polri. Kemudian melalui akun resmi Facebook Reskrim Lumajang memberikan peringatan dalam 1x24 jam untuk memberikan klarifikasi terkait Status yang dibuat karena menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi Polri karena sedang melaksanakan Operasi Patuh yang berakhir pada tanggal 22 Mei.
Satreskrim yang dikomandoi oleh AKP Tinton Yudha Riambodo, SH, SIK melakukan pelacakan terhadap akun CAHAYA CINTA dan didapat identitas pemilik akun atas nama BAP (35) warga Kelurahan Jogotrunan Kecamatan Kota Lumajang kemudian pada Hari Rabu (17/5) 2017 sekira pukul 19.30 dijemput dirumahnya dan dibawa ke Mapolres Lumajang untuk dilakukan Interogasi dimintai keterangan terkait postingan yang dibuatnya.
Dihadapan penyidik dia menerangkan bahwa dia sengaja membuat postingan itu untuk menghina pihak Kepolisian karena dendam pernah di tilang oleh pihak Kepolisian dan agar masyarakat luas mengetahui dan membenci pihak Kepolisian. Selain itu dia mengaku pernah memposting status LUMAJANG SAE, SAE BEGAL melalui akun CAHAYA CINTA pada tanggal 11 Mei 2017

Selanjutnya di Ruang Satreskrim Polres Lumajang pada tanggal 17 Mei 2017 sekira pukul 21.00 WIB dihadapan Kasat Reskrim AKP Tinton Yudha Riambodo, SH, SIK dan Kanit Dikyasa IPDA Dimas Sugeng Widodo, SH secara resmi BA menyampaikan pernyataan tertulis dan terucap “Bahwa apa yang telah saya lakukan adalah hal yang salah dan tidak patut dicontoh serta meresahkan masyarakat Lumajang, oleh karena itu saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian atas apa yang saya lakukan.” Ujar BA dalam pernyataannya.

Selanjutnya BA menambahkan pernyataan “Saya berjanji tida akan mengulanginya lagi serta saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Lumajang unruk berhati-hati dan tidak sembarangan dalam menggunakan atau membuat status di social media. Jika postingan tersebut merugikan orang lain / suatu instansi maka ada ancaman hukumannya”. Imbuhnya.

Kasat Reskrim AKP Tinton Yudha Riambodo, SH, SIK menjelaskan bahwa di dalam KUHP pencemaran nama baik atau penghinaan diatur didalam Pasal 310 dan 311. Sedangkan di dalam Undang-undang ITE Pasal 27 ayat (3) menyatakan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Ketentuan pidana atas terlanggarnya Pasal 27 ayat (3) diatur di dalam BAB XI mengenai Ketentuan Pidana yang terlihat di Pasal 45 yang menyatakan bahwa setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
“Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang merupakan peraturan khusus dari KUHP sebagaimana asas hukum lex spesialis derogate legi lex generalis” Pak Tinton menjelaskan.

Terkait dengan kekecewaan BA yang pernah ditindak tilang oleh pihak Kepolisian, ternyata yang bersangkutan pernah melanggar tidak memasang TNKB (plat nomor), tidak membawa STNK dan tidak menggunakan Helm SNI saat berkendara. Kanit Dikyasa menyampaikan kepada BA bahwa tindakan tilang Polisi merupakan Amanah Rakyat. “Negara mencintai Rakyatnya melalui Undang-undang yang dibuat Rakyat sendiri melalu perwakilannya di DPR. Polisi hanya menjalankan amanah Undang-Undang. Dan itu semua demi Keselamatan” jelasnya.

Dijelaskan juga oleh Kanit Dikyasa bahwa Operasi Patuh Semeru 2017 yang dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 22 Mei 2017 adalah Operasi yang mengedepankan penegakan hukum dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas untu mewujudkan kamseltibcarlantas menjelang Lebaran Idul Fitri 2017. “Kami tidak bangga menindak tilang, tapi kami bangga kepada pengguna jalan yang tertib”. Tambah Dimas.

Ditempat terpisah Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono, SIK menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Lumajang agar lebih bijak dalam menggunakan Media Sosial. “ Kami menghimbau hindari Hate Speech atau Ujaran Kebencian, Saya selaku pimpinan Polri di wilayah Lumajang telah memaafkan BA, karena yang bersangkutan telah berjanji untuk tidak mengulangi lagi” ujar Kapolres. (humas)