25 Jul 2017

EDARKAN RIBUAN PIL KOPLO, WARGA KARANGANOM MENDEKAM DI PENJARA

Lumajang - Anggota Satuan Narkoba Polres Lumajang  kembali mengamankan pengedar narkoba jenis pil berlogo Y  di wilayah hukum Polres Lumajang, Senin (24/7/17), sekira pukul 13.00 wib tersangka yang berhasil dibekuk yaitu Bawuk Setiawan  (38) warga Karangmulyo wetan Rt 006/ Rw 004 Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang  Dari penangkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti 5900 butir pil berlogo Y. 

Paur Subbaghumas Polres Lumajangi Ipda Basukii Rachmad SH  Lilis ,mengungkapkan penangkapan ini merupakan tindak lanjut informasi masyarakat. Awalnya petugas mendapat laporan jika Bawuk merupakan pengedar pil berlogo Y di wilayah hukum Polres Lumajang

Mendapat laporan tersebut tim Narkoba Polres Lumajang  langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Senin (24/7) siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB pria yang sehari hari bekerja sebagai pekerja serabutan ini hendak mengedarkan pil berlogo Y. Berdasarkan informasi tersebut traksaksi akan dilakukan di lapangan Desa Madurejo Kecamatan PasirianJombangan”ungkap Ipda Basuki.

“Anggota Satuan Narkoba melakukan penyelidikan dan ternyata benar siang tadi tersangka sedang melakukan transaksi. Tim buser langsung melakukan penangkapan,” tegas Ipda Basuki

Ketika petugas melakukan penggeledahan dari tangan tersangka petugas mendapati 5900 butir pil siap edar yang akan dijual kepada para pelanggannya , dengan rincian 
5  bungkus plastik @1000  butir pil warna putih dengan logo “Y”
8  plastik klip @100  butir pil warna putih dengan logo “Y” 
1  plastik klip @40  butir pil warna putih dengan logo “Y” 
2  plastik klip @30  butir pil warna putih dengan logo “Y”
jumlah total pil logo “Y” sebanyak 5900  butir.
uang sejumlah Rp.130.000 ,1 buah handphone merk Nokia warna hitam merah turut diamankan petugas dalam penggeledahan tersebut

“Atas perbuatannya kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi Polres Lumajang Tersangka dijerat dengan pasal 196 Undang-Undang no 36/2009 tentang kesehatan, karena tanpa keahlian dan kewenangan mengedarkan dan menjual pil berlogo Y tanpa ijin dari pihak yg berwenang,”pungkas Paur Subbaghumas  (Humas)