20 Jul 2017

GHIBAH DOSA YANG LEBIH MENGERIKAN DARI BERZINA 30X LIPAT




















Lumajang - Pengajian rutin 3 pilar   yang diikuti oleh TNI-Polri dan Pemkab Lumajang di gelar  hari ini  di Lobby Mapolres Lumajang, 
Kamis (20/7) pukul 08.00 wib Hadir dalam kegiatan keagamaan ini, Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Iswan Nusi SIK MH didampingi para pejabat utama Perwira, Bintara dan PNS Polri  Anggota Purnawirawan Polri beserta Worokawuri , Anggota Kodim 0821, Anggota Batalyon 527  anggota Satpol PP,serta anak yatim piatu dari Yayasan Darul Falah Desa Denok Kecamatan Lumajang 

Pada pelaksanaan pengajian ini, KH Abdullah Mufid S.Ag MAg ditunjuk oleh Polres Lumajang untuk diberi kesempatan memberikan ceramah keagamaan serta siraman rohani kepada para jamaah pengajian yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis 


Dalam ceramahnya beliau mengatakan bahwa amalan ramadhan yang telah kita kerjakan akan menjadikan diri kita suci sebagaimana  bayi yang baru dilahirkan, seperti sabda Nabi Muhammad Saw 


إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ، وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا واحْتِسَابًا، خَرَجَ مِنَ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku menyunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.”

Dosa Ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan sangat tercela yang apabila dilakukan akan mendapat dosa yang besar. Akan tetapi di dalam masyarakat umum, banyak orang yang tidak menyadari akan dosa ghibah yang besar ini. Ada juga yang sudah tahu tapi masih tetap dilakukan. Orang yang demikian itu justru akan lebih banyak mendapat azab baik di dunia maupun di akhirat kelak.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Suka-kah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.(Q.S Al Hujurat 12) ”


Perlu diperhatikan juga kalau dosa ghibah ini pertanggung jawabannya bukan hanya kepada Allah swt namun yang paling berat adalah kepada orang yang digunjing. Akan sangat beruntung jika orang yang kita gunjing tersebut memaafkan perbuatan kita, karena jika tidak dimaafkan maka dosa ghibah itu akan terus mengalir selama-lamanya.

Menurut pendapat Imam Ghazali bahwa dosa ghibah lebih keji dibanding melakukan zina sebanyak 30x yang sudah pasti ganjarannya adalah neraka. At-Thobari pun mengemukakan pendapat bahwa dosa ghibah diharamkan karena di dalamnya ada pertengkaran setan dan niat baik manusia. Sebagian besar manusia membicarkan orang lain pasti tentang keburukannya, maka orang tersebut sudah dikendalikan oleh setan.

Jika kita sudah Tahu tentang bahayanya Ghibah, maka  kita diharapkan untuk dapat nya menghindari agar tidak terjerumus ke dalam lembah dosa dan siksa Allah Swt (Humas)