1 Jul 2017

HATE SPEECH, PEMILIK AKUN FACEBOOK REYES ASSENSIO DIPERIKSA PETUGAS



Lumajang -  Institusi Kepolisian khusus nya  Polres Lumajang kembali ternoda oleh Hate Speech ( ujaran kebencian) yang  dilakukan oleh salah satu pengguna akun media sosial yang ditujukan langsung kepada pihak Kepolisian ,  Satuan Reskrim Polres Lumajang bergerak cepat dengan segera   melakukan penyelidikan dan  proses pelacakan terhadap pengguna akun Reyes Assensio yang diketahui bernama Rudi Hartono bin Salam (26) warga Dsn Ateran Desa Tempeh tengah.berhasil diamankan oleh Sat Reskrim ke Polres Lumajang untuk dimintai keterangan pada hari Jumat (30/6) sekira pukul 21.00 wib 
Pelaku dengan sengaja mem posting pernyataan serta meluapkan kebencian yang belum tentu kebenaran nya terhadap Polres Lumajang melalui grup facebook Lumajang satu.com yang diposting oleh pelaku sekira hari Jumat (30/6) pukul 02.30 wib , setelah 5 menit ia memposting status tersebut yang menyatakan pencemaran dalam institusi Polri lalu dia menghapusnya kembali karena merasa apa yang ia lakukan adalah tidak benar kemudian mengundang perhatian dan komentar para facebooker lainnya 
Pada postingan yang ia unggah dalam grup facebook Lumajangsatu.com  ia menyebutkan adanya perjanjian tak tertulis antara Begal dan Polisi dalam jual beli pekerjaan


Add caption
Dari hasil pemantauan pihak Polres Lumajang perkataan tersebut telah mengarah pada muatan penghinaan yang mengarah kepada pencemaran nama baik institusi Polri.kemudian diunggah melalui akun resmi facebook Reskrim Lumajang memberikan peringatan dalam 1x24 jam untuk memberikan klarifikasi terkait status yang dibuat karena menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi Polri 

dihadapan Kasat Reskrim AKP Tinton Yudha Riambodo SH SIK pada jumat (30/6) sekira pukul23.00 wib di ruang reskrim Polres Lumajang , pelaku secara resmi menyampaikan pernyataan tertulis dan terucap " Dengan ini apa yang saya buat adalah berita Hoax dan mencoreng citra kepolisian di masyarakat, maka dari itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah untuk merespon/mengambil keputusan yang di tulis di media sosial sebelum di cek tentang kebenarannya, kepada pihak kepolisian saya meminta maaf yang sebesar besar nya apa yang telah kami lakukan dengan memposting perjanjian tak tertulis antara begal dan polisi dalam jual beli pekerjaan selanjutnya ia menambahkan pernyataan " saya berjanji tidak akan mengulangi lagi serta saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Lumajang untuk berhati hati dan tidak sembarangan dalam menggunakan media  sosial, apabila saya mengulangi nya saya siap dihadapkan kepada pihak berwajib / hukum yang berlaku dimana saya telah melanggar UU ITE.
Kasat Reskrim AKP Tinton Yudha Riambodo, SH, SIK menjelaskan bahwa di dalam KUHP pencemaran nama baik atau penghinaan diatur didalam Pasal 310 dan 311. Sedangkan di dalam Undang-undang ITE Pasal 27 ayat (3) menyatakan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Ketentuan pidana atas terlanggarnya Pasal 27 ayat (3) diatur di dalam BAB XI mengenai Ketentuan Pidana yang terlihat di Pasal 45 yang menyatakan bahwa setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
“Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang merupakan peraturan khusus dari KUHP sebagaimana asas hukum lex spesialis derogate legi lex generalis” Pak Tinton menjelaskan (Humas)