28 Sep 2017

PENGEDAR BARANG HARAM, AKHIRNYA MENDEKAM DI DALAM JERUJI SEL



Lumajang – Polres Lumajang kembali ungkap kasus penyakit masyarakat yang telah menyebar di kalangan masyarakat, dengan penyidikan dan penyamaran oleh anggota Resnarkoba Polres Lumajang berhasil ungkap kasus pengedaran obat keras berbahaya atau pil koplo jenis dextro dan trex sebanyak ±500 butir.

Pada hari Kamis (28/09/2017). Hariyanto (42) warga Kelurahan Kutorenon Kecamatan Sukodono dan Hadi (29) warga Desa Tanggung Kecamatan Padang Lumajang harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Polres Lumajang, kedua pria yang kesehariannya berprofesi sebagai kuli bangunan ini kedapatan mengkonsumsi bahkan mengedarkan obat keras berbahaya atau pil koplo jenis dextro dan trex.

Hasil interogasi polisi pada kedua pria ini, tak hanya pada teman kerjanya, sejumlah seniman lokalpun juga kerap membeli pil tersebut padanya seharga 30.000 untuk pil warna kuning, sementara pil koplo jenis dextro berwarna putih dijual seharga 20.000.
"Saat ditangkap dia mengedarkan pil tersebut, logo Y dan salah satunya itu. Pengakuan tersangka, para pembelinya adalah teman sekerja, dia kerja dibangunan, dan yang kedua pembelinya adalah seniman reog, pengakuan tersangka sebagai pembeli,” kata AKP Priyo Purwandito Kasat Narkoba Polres Lumajang.

 "Selain untuk menambah penghasilan, tersangka ngaku nekat mengkonsumsi barang haram ini untuk penambah stamina saat ia kerja, Sementara Hariyanto, salah satu tersangka mengatakan, baru sebulan melakukan perbuatannya” Tambah Kasat Resnarkoba.

Dari tangan kedua tersangka ini, polisi berhasil menyita lima ratus lebih butir pil koplo, dua handphone, dan uang tunai sebesar tiga puluh ribu rupiah. Akibat perbutannya, kini kedua kuli bangunan ini mendekam dibalik jeruji besi. Tersangka akan dijerat dengan undang-undang kesehatan, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Saat ini polisi masih menyelidiki dari mana asal barang haram tersebut. (Humas)