27 Okt 2017

TUHAN MENGUJI KITA LAYAKNYA DIUJI SEPERTI EMAS


Lumajang - Binrohtal agama Kristen yang dilaksanakan pada hari Kamis tgl 26 Oktober 2017 pkl 08.00 wib s/d 09.00 WIBbertempat di Gereja Katolik Jl Yosudarso Kab.Lumajang yang diikuti oleh anggota TNI POLRI Dan PNS sejumlah 8 orang  dengan Pemandu Pujian   : Ibu Tien Pembawa Firman : Pendeta Sugeng, Bacaan Firman      : Zakharia 13 : 7 - 9 .

Topik ceramah yang di sampaikan oleh Pembawa Firman : Pendeta Sugeng, Bacaan Firman  mengupas tentang tentang Latihan Dan Kesetiaan ""Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas." (Zakharia 13:9b)

Agar kita benar-benar siap menghadapi ujian kehidupan kita harus melatih diri. Rasul Paulus menasihati, "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya." (1 Timotius 4:7b-10). Karena itu jangan sekali-kali kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (baca Ibrani 10:25). Semakin kita melatih diri dalam ibadah semakin kita kuat berakar di dalam Tuhan.

Banyak orang Kristen berkeinginan hidup dalam kebenaran: berkarakter seperti Kristus, ingin menjadi suami atau isteri yang baik, ingin menjadi pelayan Tuhan yang setia dan menjadi berkat bagi orang lain. Kesemuanya adalah keinginan yang mulia. Tapi jika kita tidak mau melatih diri, keinginan tersebut sulit untuk terwujud. Dalam istilah kekristenan tidak ada istilah karbitan atau cara instan. Untuk mencapainya ada harga yang harus dibayar! Kita harus bertekun mengerjakan bagian kita, karena tidak ada perkara-perkara besar akan dinyatakan sebelum kita lulus ujian, termasuk ujian 'kesetiaan dalam perkara-perkara kecil', Memang setiap ujian dan pencobaan itu sakit, berat dan memahitkan hati, tapi melalui ujian kita belajar untuk menghargai sebuah mujizat.

Melalui ujian pula Tuhan hendak mengajar kita memiliki kerendahan hati. Banyak orang ketika berhasil dan berlimpah materi menjadi tinggi hati. Namun ketika berada di situasi-situasi sulit mereka baru belajar rendah hati dan menyadari akan keterbatasan diri. Ujian dan masalah mengajar seseorang bergantung penuh kepada Tuhan, sebab kekayaan dan uang tidak dapat menolong dan menyelamatkan kita.
Itulah sebabnya bila tidak disikapi dengan benar, ujian dan masalah seringkali membawa kita makin jauh dari Tuhan, tapi ketika kita punya sikap hati yang benar kita selalu dapat mengambil sikap positif dari setiap ujian yang datang.

"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." (Ayub 23:10) (Humas)