21 Feb 2018

RATUSAN PIL KOPLO DIAMANKAN DARI 3 PENGEDAR OKERBAYA DI LUMAJANG



Tribratanews Polres Lumajang - Tiga pria  dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Lumajang gara-gara tertangkap jalankan bisnis Okerbaya. Polisi sedikitnya menyita ratusan  butir pil koplo jenis logo 'Y". Kini polisi masih mengusut asal-usul barang haram hingga masuk wilayah hukum Polres Lumajang

Pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat yang didapatkan polisi tentang maraknya peredaran Okerbaya  di wilayah Kecamatan Lumajang. Hingga akhirnya polisi menangkap pelaku sesuai informasi yang didapat dari sumber di lapangan yaitu Iqbal Razalie Firdaus Bin. Mukti Daryono (24) alamat Jln. Yos Sudarso Rt. 003 Rw. 007 Kel. Ditotrunan Kec./Kab. Lumajang yang ditangkap di“Angkringan (WarKop) Gatsoe” Jl. Yos Sudarso Lumajang,selasa malam (20/02) sekira pukul 21.54 wib dengan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 1 buah HP merk Xiomi warna hitam, simcard 081232737201,Sebuah mangkok plastik yang terdapat 1 (satu) tik yang berisi 72 butir pil warna putih logo 'Y', 1 tik yg berisi 2  butir pil warna putih logo 'Y' dan Uang tunai hasil penjualan pil sebesar Rp. 38.000,

Dari penangkapan pelaku pertama, petugas berhasil menangkap kawanan masing masing Muhammad Faizin Bin. Zainullah (24) alamat Jln. Gubernur Suryo Rt.004 Rw. 013 Kel. Tompokersan Kec./Kab. Lumajang berikut barang bukti masing masing  Tas plastik warna hitam yang berisi 1 tik berisi 100  butir pil warna putih logo 'Y',1buah HP Samsung warna hitam simcard 085852300426,Uang hasil penjualan pil sebesar Rp.175.000,- 

Tersangka ke tiga yaitu Achmad Faisol Bin. Muhammad Sukardi (28) warga Dsn. Persil Jatiroto Rt. 006 Rw. 002 Desa Jatiroto Kec. Jatiroto Kab. Lumajang dengan barang bukti 1 buah Hp Samsung Warna Emas, simcard 085791031344, dan Uang hasil penjualan pil sebesar Rp.50.000,

Kasat Reskoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito SH melalui Paur Subbaghumas IPTU Basuki Rachmad SH mengatakan ketiga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan guna proses hukum lebih lanjut. "Polisi masih mengorek keterangan dari ketiga pelaku untuk mengungkap asal usul pil koplo berikut jaringan guna menangkap pemasok yang lebih besar' ungkap nya (Humas)