20 Mar 2018

PERINGATAN HUT PERSIT KE 54 KETUA BHAYANGKARI CABANG LUMAJANG DAMPINGI KETUA PERSIT CHANDRA KIRANA DALAM BAKSOS KEGIATAN IVA

Tribratanews Polres Lumajang - Ketua Bhayangkari Cabang Lumajang Ibu Fika Iswan Nusi didampingi pengurus Cabang Bhayangkari Lumajang mengikuti kegiatan pemeriksaan IVA,
dalam rangka memperingati HUT Dharma Pertiwi tahun ke 54 tahun 2018, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Kodim 0821.


Kegiatan yang dilaksanakan secara berangkai tersebut diawali dengan melaksanakan pemeriksaan di Puskesmas Klakah selanjutnya setelah selesai rombongan melanjutkan kembali menuju Puskesmas Kedungjajang dengan materi kegiatan yang sama.

Setelah tiba di puskesmas Klakah rombongan disambut oleh Kepala Puskesmas drg. Tutik sekaligus diberikan penjelasan tentang IVA, menurutnya IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin
dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat, ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh drg. Tutik, pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatif dari Pap Smear yang lebih efektif, karena selain murah, praktis  dan sangat mudah untuk dilaksanakan serta menggunakan peralatan yang sederhana, cara seperti ini dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter spesialis dan waktu yang digunakan relatif tidak lama berkisar antara satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel, jelasnya.

Sementara pada rangkaian kegiatan selanjutnya Ka. Puskesmas Kedungjajang Sdri. drg. Nat Sugiarti menjelaskan, tujuan pemeriksaan dengan menggunakan metode IVA adalah untuk Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada leher rahim dari penyakit dengan pengobatan secara dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan, dengan demikian bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kanker stadium lanjut, terangnya.

Masalah lain dalam usaha skrining kanker serviks ialah keengganan kaum wanita untuk diperiksa karena malu, keraguan akan pentingnya pemeriksaan, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan, takut terhadap kenyataan hasil pemeriksaan yang akan dihadapi, ketakutan merasa sakit pada pemeriksaan, rasa segan diperiksa oleh dokter pria atau pun bidan dan kurangnya dorongan keluarga terutama suami, semua itu dapat dihilangkan melalui pendidikan terhadap pasien dan hubungan yang baik antara dokter/bidan, pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan dapat diambil hikmah dan manfaatnya, dengan memahami hal tersebut, betapa pentingnya sebuah pengetahuan yang berguna bagi kesehatan bagi kaum ibu. (Humas).