24 Apr 2018

KAPOLSEK PASRUJAMBE HADIRI DEKLARASI PENUMBUHAN KAWASAN ORGANIK PERKEBUNAN

Tribratanews Polres Lumajng - Selasa tanggal 24 April 2018 pukul 09.30 WIB Bertempat di Lapangan Dsn. Tawon Songo Ds. Pasrujambe Kec. Pasrujambe Kab. Lumajang telah dilaksanakan Deklarasi Penumbuhan Kawasan Organik perkebunan dan siaga Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ) Th 2018 dalam rangka Temu Lapang penumbuhan kawasan organik perkebunan pada komoditi kopi di Desa Pasrujambe.

Kegiatan tersebut diikuti dan dihadiri -+ 500 orang sbb :
Dirjen Perkebunan Kementerian pertanian RI Sdr. Drs. Dudi Gunadi, BSc.MSi. Kabid Perlindungan Perkebunan Provinsi Jatim Sdri. Ambarwati.Plt. Bupati Lumajang Sdr. dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes Kasdim 0821 Mayor Inf Irawan Setiyadi, SH.Asisten Perbang Sekda Pemkab. Lumajang Sdr. Ir. Agus Widarto, MM.Ka Balai Besar Pembenihan Proteksi Tanaman Perkebunan ( BBPPTP ) Prov Jatim Sdr. Ardi Praptono, SP.M.AGR.Kadisperta Kab. Lumajang, Banyuwangi dan Situbondo.Ka OPD terkait Pemkab. Lumajang.Kabag Humas dan Protokol Pemkab. Lumajang.Forkopimka Pasrujambe.
Kades se-Kec. Pasrujambe.Poktan se-Kec. Pasrujambe. Toga dan Tomas Ds. Pasrujambe.

Sambutan Plt. Bupati Lumajang Sdr. dr. Buntaran, M.Kes intinya Ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dalam rangka Deklarasi Penumbuhan Kawasan Organik perkebunan dan siaga Organisme Pengganggu Tumbuhan ( OPT ) Th 2018. Semoga program ini bisa tumbuh kembang di Kawasan ini dan di Indonesia untuk pencanangan hanya berada di kawasan Kab. Lumajang yang pertama kali dengan luas areal 450 Ha sedangkan di program ini yang disiapkan selama 3 tahun untuk penerbitan sertifikat hanya diareal 250 Ha dengan tanaman kopi jenis Robusta.

Sambutan Dirjen Perkebunan Kementerian pertanian RI Sdr. Drs. Dudi Gunadi, BSc.MSi intinya :
Perkebunan merupakan subsektor dalam mewarnai di Rapublik Indonesia ini, para penjajah masuk ke Indonesia karena kaya hasil perkebunan dari sub sektor perkebunan sawit, kelapa, kakau, tebu kopi dan teh yang dihasilkan sebesar 426 Trilyun dan dari sektor tanaman perkebunan tersebut bisa mencapai 1100 Trilyun lebih besar pertahun namun separuhnya banyak kendala, Kab. Lumajang merupakan yang pertama di Indonesia yang kita inisiasi untuk pertumbuhan perkebunan kopi diharapkan program ini bisa mendorong kepada daerah lain karena produk lokal bisa menumbuhkan perekonomian. Penumbuhan kawasan ini dapat mengurangi kesenjangan pendapatan di perkotaan dan pedesaan dan nantinya akan berkembang produksi di pedesaan.

Kegiatan dilanjutkan dengan . Pembacaan Deklarasi Dpp oleh Sdr. Budiono diikuti oleh seluruh Poktan dan  Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Dirjen Perkebunan Kementerian pertanian RI dan Forkopimda Kab. Lumajang kepada perwakilan sbb :
1) Poktan Kerto Joyo I berupa Asuransi Usaha Tani Tanaman padi kepada Sdr. Rudi Hartono 
2) Poktan Subur Lestari berupa Polis AUTS/K kepada Sdr. Jimin. 
3) Poktan Sahabat Tani Polis AUTP sebesar Rp 4.800.000,- kepada Sdr. Winarni.
4) Poktan Sumber Hasil Polis AUTP sebesar Rp 4.500.000,- kepada Sdr. Edi M. Tiyo.
5) Poktan Harapan Tani simbolis Kartu Tani kepada Sdr. Ali Muin.
6) Poktan Sekar Maju I dan 2 pemberian bahan peralatan laboratorium dan pengendalian Sdri. Marsini.
7) Poktan Sido Rukun 2 s.d.a diterima oleh Sdri. Wiji.
8) Poktan Sumber makmur s.d.a diterima Sdr. Abdul Azis.
9) Gapoktan Semeru Damai Rehap Jaringan tersier sebesar Rp. 55.000.000,- diterima oleh Sdr. Budiono.
10) Peralatan Pengendalian UPT Tulungrejo, sumber makmur Sekar maju 1, 2 dan Sido rukun 2. (Humas)

)