21 Mei 2018

Wakapolres Lumajang Menghadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Tribratanews Polres Lumajang – Menyadari Pentingnya persatuan dan kesatuan, Presiden pertama dan Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno pada peringatan hari kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa: pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ide" satu naluri pokok dari pada bangsa Indonesia, Naluri pokok ingin Merdeka, naluri pokok ingin berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa, cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik , cara berjuang dengan tenaga persatuan, Salah satu penggalan kalimat Plt Bupati Lumajang, dr Buntaran Supriyanto saat membacakan sambutan nya dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional
Hari Kebangkitan Nasional yang setiap tahunnya kita peringati pada tanggal 20 Mei kali ini memasuki usia yang ke 110 tahun. Tema kali ini dalam peringatan hari kebangkitan nasional mengambil judul “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital"
Hadir dalam upacara Kebangkitan Nasional yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Lumajang di alun-alun Lumajang adalah Wakapolres Lumajang Kompol Budi Sulistyanto SH beserta ibu, Dandim 0821 Lumajang diwakili oleh Danramil Sukodono   Kapt. CPl. Nurul Salam serta seluruh pejabat yang ada dilingkungan Pemkab Lumajang. Tampak pula dalam barisan peserta upacara yaitu peleton dari Kodim 0821, Batalyon 527, Polres Lumajang, Gabungan Korpri Pemkab Lumajang, Gabungan Dishub, Satpol PP dan BPBD Kabupaten Lumajang serta gabungan para Mahasiswa Kabupaten Lumajang 
Beliau menambahkan Dalam peringatan hari kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018 ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang unuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik dari pemerintah, badan usaha baik dari masyarakat sendiri. Pengembangan  kapasitas Sumber daya manusia harud diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.(Humas)