19 Jun 2018

Polres Lumajang Gelar Simulasi Pengamanan Pemungutan Suara di TPS

Tribratanews Polres Lumajang - Polres Lumajang simulasikan pengamanan pemungutan suara di TPS dalam Pilkada Bupati/Wakil Bupati Lumajang serta Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur pada 27 Juni mendatang, yang dilaksanakan di GOR Wirabhakti Lumajang, Selasa 19 Juni 2018 pukul 08.00 wib 
Polres Lumajang  terus melakukan berbagai persiapan dalam rangka menghadapi berbagai situasi yang diperkirakan dapat terjadi selama berlangsungnya tahapan pemilihan.
Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Iswan Nusi SIK MH memimpin kegiatan ini dengan mengumpulkan seluruh personil guna melaksanakan simulasi pengamanan Pilkada pada tahap pemungutan suara di TPS di GOR Wirabhakti Lumajang, Selasa (19/06) pukul 08.00 wiKegiatan simulasi tersebut disaksikan oleh para PJU perwira serta seluruh personil Polres Lumajang yang tergabung dalam sprin pengamanan. Beberapa dari personil Polres Lumajang juga bertindak langsung dalam skenario simulasi 
Tujuan dari pelaksanaan simulasi ini adalah untuk memberikan gambaran serta pemahaman tentang mekanisme pemungutan suara di TPS kepada seluruh personil yang akan melaksanakan pengamanan nanti.
Simulasi ini dibuat semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya, sesuai dengan setiap urutan tahapan pemungutan suara di TPS. Tampak jelas juga, setiap komponen dalam tahap pemungutan suara dihadirkan, begitupun dengan sarana dan prasarananya.
Dalam kesempatannya, Kapolres Lumajang saat memimpiln apel kegiatan juga memberikan arahan serta gambaran awal kepada seluruh personil terkait pelaksanaan tahapan pemungutan suara.
“Saya harap dengan dilakukannya simulasi ini, personil mampu memahami mekanisme pemungutan suara, sehingga dalam pengamanan nanti dapat mengantisipasi berbagai potensi kecurangan yang dapat terjadi pada saat proses pemungutan suara di TPS,” ungkap Kapolres 
Adapun beberapa peragaan yang dilaksanakan diantaranya penghadangan pendistribusian kotak suara dan rekapitulasi hasil perolehan suara,kekurangan surat suara dan surat suara rusak,Pemilih ganda,penggelembungan perolehan suara yang dilakukan oleh KPPS, Ketidak netralan petugas di TPS,KPPS mengundurkan diri pada saat pencoblosan berlangsung,Masyarakat yang tidak terdaftar di DPT namun ingin menggunakan hak pilihnya di TPS,pengerusakan TPS,Adanya kejadian di TPS namun anggota melaksanakan pengamanan di tempat lainnya,ketidakpuasan dengan hasil perolehan pemungutan suara (Humas)