27 Jun 2018

Sat Reskrim Berhasil Sikat Kawanan Pelaku Pemerasan Yang Mengaku Sebagai Anggota Polisi

Tribratanews Polres Lumajang - Sat Reskrim Polres Lumajang berhasil menggagalkan kasus penculikan dan atau percobaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh Oknum yang mengaku Anggota Buser Polda Jatim, Minggu (24/6) lalu.
Kejadian ini dapat diungkap kurang dari 24 jam oleh Satreskrim Polres Lumajang bersama Unit Reskrim Polsek Klakah, Senin (25/6) siang.
“Kasus penculikan dan atau percobaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum  yang mengaku sebagai anggota Buser Polda Jatim, dapat kami gagalkan kurang dari 24 jam,” jelas Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum 
Kasat Reskrim menambahkan, kasus tersebut dilakukan oleh 5 (lima) orang pelaku, yang ketiganya sudah ditangkap di SPBU Sukodono, Lumajang, Senin (25/6) sekitar pukul 14.00 wib.
“Namun 2 (dua) pelaku masih belum ketangkap dan berhasil melarikan diri. Kami terus melakukan pengejaran. Dan korban yang bernama Muhammad Imam Hanafi (38), warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, sudah diamankan waktu itu,” katanya lagi.
Kejadian ini dilakukan pelaku pada Minggu (24/6) sekitar pukul 21.00 wib, di Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dan perkara dilaporkan pelapor atau istri korban ke Polsek Klakah sekitar pukul 23.00 wib, berdasarkan surat laporan Nomor : LP/26/VI/2018/JATIM/RES LMJ/SEK KLK, tanggal 25 Juni 2018.
“Kejadian ini dilaporkan oleh Suliyah, (35), seorang perempuan istri dari korban, warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, beragama Islam, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” ungkap Kasat Reskrim.
Modus operandi yang dilakukan para pelaku ini berawal mereka datang kerumah korban dengan bersenjata yang mengaku dari Buser Polda Jatim.
“Pelaku ini melakukan penodongan dengan senjata diikuti pemukulan dan membawa korban dengan menggunakan sebuah mobil merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK,” ujarnya lagi.
Dan setelah membawa korban, kata AKP Hasran, pelaku menghubungi pelapor dengan menggunakan HP korban dan meminta uang tebusan sebesar Rp 300 juta, bila menghendaki suaminya (korban) selamat.
Para pelaku yang sudah tertangkap itu, diterangkan AKP Hasran, antara lain pertama atas nama Rudi H Hartono al Rudi (45), profesi wartawan Jejak Kasus, warga Dusun Legong, Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
“Yang kedua, atas nama Nanang Khosim (35), warga Dusun Karangber Rt.02/Rw.-, Desa Guwosari Kecamatan, Pajangan Kabupaten Bantul, Propinsi Yogyakarta. Dan yang ketiga adalah Zainul Arifin (34), warga Dusun Legong Rt.08/Rw.2 Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang,” jelasnya
Dan kedua pelaku yang masih buron, kata mantan Kasat Narkoba Polres Jombang ini, ada pelaku inisial PI (22), warga Dusun Krajan, Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Kabupatem Lumajang dan FB (22), warga Dusun Legong Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
“Adapun barang bukti (BB) yang berhasil diamankan antara lain 1 pucuk senjata Air Gun berikut 6 butir amunisinya, 1 lembar kaos hitam bertuliskan POLICE, 1 lembar rompi loreng TNI dengan logo JEJAK KASUS, 1 buah kain slayer warna hitam batik, 12 lembar ID Card PERS Jejak Kasus atas nama Rudi H Hartono dan 1 unit R4 merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK,” pungkasnya. (Humas)