9 Jun 2020

POLSEK SUKODONO : PROTOKOL KESEHATAN SANTRI KEMBALI KE PESANTREN


Tribratanews Sukodono - Anggota Polsek Sukodono dipimpin Kapolsek Sukodono AKP Ahmad Sutiyo, S.H. melaksanakan patroli pengamanan dan penjagaan kembalinya 30 santri ke ponpes Khomsani Nur di Desa Klanting Kec. Sukodono Kab. Lumajang, Selasa (09/06/2020).

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan SOP protokol kesehatan bagi santri yang kembali ke pondok pesantren, hal ini sebagai langkah kenormalan baru (new normal) bagi para santri.

"Penetapan SOP ini semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lumajang. Utamanya dalam rangka mendukung kebijakan new normal pemerintah, ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh calon santri maupun santri lama yang akan berangkat maupun pada saat tiba di ponpes," kata Kapolsek Sukodono.

Sebelum berangkat ke ponpes, para santri dan calon santri harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Isolasi ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Bila terpaksa keluar rumah karena ada kebutuhan darurat, maka wajib memakai masker, menghindari kerumunan dan tidak bersalaman dengan orang lain dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

AKP Ahmad Sutiyo, S.H. juga menyampaikan, jika santri harus membawa peralatan makan dan minum sendiri dari rumah. Berbagai vitamin dan alat pelindung berupa masker dan sanitizer juga harus dibawa santri dari rumah.

"Sajadah juga upayakan bawa sendiri. Di perjalanan juga, kami sarankan menggunakan kendaraan pribadi. Nantinya pengantar juga diminta untuk tidak masuk hingga asrama," ujar Kapolsek Sukodono.

Begitu juga ketika sampai di pondok pesantren, santri kembali harus menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau pun rapid test. Selama belum keluar hasil negatif, santri diminta melakukan isolasi mandiri pada tempat yang disediakan pondok pesantren.

"Selebihnya tidak bersalaman, menjaga jarak saat berinteraksi termasuk saat shalat," lanjutnya.

Selama aktivitas di pesantren pun santri diingatkan untuk selalu menggunakan masker, sering cuci tangan pakai sabun dan selalu menyiapkan hand sanitizer. Vitamin yang dibawa dari rumah harus dikonsumsi rutin untuk menjaga imunitas tubuh.

"Yang paling penting tidak keluar lingkungan pondok, kecuali untuk kepentingan khusus dengan persetujuan pengasuh. Pun wali santri atau keluarga sejak pengantaran tidak boleh menjenguk ketika tidak terpaksa," lanjut AKP Ahmad Sutiyo, S.H.

Kepada pihak pondok pesantren, Kapolsek Sukodono berharap ada bilik perawatan yang baik untuk santri selama di pondok. Hal ini untuk penanganan awal saat ditemukan santri yang sakit.

"Santri yang sakit harus segera diisolasi untuk dirawat di kamar khusus atau klinik Pesantren. Apabila perlu penanganan dokter dilakukan konsultasi dengan walisantri," pungkas AKP Ahmad Sutiyo, S.H. (tribratanews.hn)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POLSEK SUKODONO : PATROLI KE KAWASAN TERTIB PHYSICAL DISTANCING KECAMATAN SUKODONO

POLSEK SUKODONO : PATROLI KE KAWASAN TERTIB PHYSICAL DISTANCING KECAMATAN SUKODONO  Tribratanews Sukodono - Setelah penetapkan  Perumahan Cl...