19 Feb 2021

Sosialisasikan PPKM Mikro dan Prokes 5M Bersama Kemenag, Kapolres Lumajang : Peran Ulama Dan Toga Penting Dalam Berikan Himbauan Kepada Masyarakat







Tribratanews Polres Lumajang -  Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si bersama Kemenag Kab. Lumajang memberikan Sosialisasi PPKM Mikro dan Protokol Kesehatan Dengan 5M di wilayah Kec Randuagung Kab. Lumajang, Kamis (18/2/2021) pukul 12.30 Wib betempat di Masjid Nurul Huda Randuagung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Lumajang, Kepala Kantor Kemenag Kab. Lumajang, Camat Randuagung, Kapolsek Randuagung, Danramil Randuagung, Kapuskesmas Randuagung, Kapuskesmas Tunjung, Kepala Urusan Agama Kec. Randuagung, Ketua MUI Kec. Randuagung, Ketua MWCNU Kec. Randuagung, Ketua PP Muhammadiyah Kec. Randuagung, ketua LTMNU dan DMI Kec. Randuagung, Kades se-Kec. Randuagung, dan Takmir Masjid se-Kec. Randuagung.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan, sebelum memasuki ruangan seluruh peserta dibagikan masker untuk dipakai, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, di dalam ruangan juga disediakan handsanitizer, tentu juga semua peserta menjaga jarak saat kegiatan berlangsung. 

Ketua takmir masjid KH Ainur Rofik sekaligus sebagai ketua MUI Kec. Randuagung, menyampaikan bahwa pertemuan kali ini dalam rangka sosialisasi protokol Kesehatan dengan menerapkan 5 M. Hal ini diperlukan disiplin diri, untuk menjaga diri, menjaga keluarga dan lingkungan kita.

"Mari kita niati sebagai bentuk ikhtiar, agar terhindar dari segala mara bahaya dan wabah penyakit terutama wabah covid 19 yang terjadi saat ini. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kegiatan beribadah kita bisa lebih baik dan kehidupan di semua lini masyarakat dapat berjalan normal. Terima kasih kepada semua hadirin yang telah hadir, mari bahu membahu mengambil peran untuk menanggulangi pandemi covid 19 ini." ujar Ainur Rofik

Kepala KUA Kec. Randuagung, Drs. H. Yusuf Wibisono, juga menyampaikan "Ucapan Syukur Alhamdulillah diberikan kesempatan berkumpul pada kegiatan Silaturohim dan sosialisasi protokol kesehatan dengan 5M, semoga bermanfaat bagi kita semua nantinya. Mari kita ikuti dengan seksama kegiatan ini, semoga bermafaat dan menambah wawasan bagi kita semua terutama masalah Covid 19 ini".

Acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Protokol Kesehatan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Lumajang, H. Santoso S.Ag., M.Pd, menyampaikan Ucapan Syukur dan terimakasih kepada semu yang terlibat dalam kegiatan ini, sehingga kita dapat berkumpul dalam acara silaturohim dan sosialisasi Protokol kesehatan dengan 5M.

"Dengan adanya pandemi saat ini, perlu adanya kesadaran dari semua pihak untuk mengambil peran dan bersama-sama menanggulangi pandemi ini. Mari kita saling menjaga dan saling mengingatkan untuk peduli dan melaksanakan Protokol kesehatan dengan 5M, yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Mengurangi mobilitas. Perlu diketahui bahwa virus corona itu nyata dan benar adanya, maka mari kita jaga dan antisipasi agar dapat memutus rantai penyebaran virus corona ini." ujar Santoso

Kepala Kemenag juga mengajak peserta yang hadir untuk sosialisasikan Protokol kesehatan dengan 5M ini kepada masyarakat luas agar masyarakat paham dengan situasi pandemi ini. Dengan adanya pandemi ini, banyak kegiatan disemua lini masyarakat terganggu. Mari kita selamatkan masyarakat, kita selamatkan bangsa dan negara ini dengan mematuhi protokol kesehatan tersebut, Pemerintah juga melakukan upaya keselamatan dengan memberikan Vaksin kepada masyarakat secara berjenjang.

"Terkait dengan vaksin, masyarakat tidak perlu khawatir sebagaimana berita hoax yang beredar di media sosial. Vaksin ini dijamin aman dan halal, karena sebelun disuntik vaksin juga dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, tidak asal suntik. Meskipun vaksin ini tidak menjamin dapat terhindar dari virus corona, namun dapat membantu penguatan imun yang dapat melawan virus tersebut. Kepada para tokoh yang hadir ini terutama para ulama untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan (5M) dan vaksinasi ini kepada masyarakat baik di Ponpes, masjid maupun mushola." tambahnya

Kapuskesmas Tunjung, Sdr. Siswanto juga turut menyampaiakn arahannya terkait penanganan Covid 19 ini. Siswanto menyampaikan terkait dengan vaksinasi, bahwa vaksinasi akan diberikan kepada masyarakat yang usianya 18 Th keatas. Akan dilakukan penyuntikan vaksin jika lolos scrinning, maka masyarakat diminta untuk jujur jika memniliki riwayat penyakit. Vaksin dilakukan dua kali, setelah suntik pertama dinormalkan selama +/- 14 hari baru dilakukan  penyuntikan yang kedua.

"Kami pihak medis sudah disuntik vaksin sebanyak dua kali dan alhamdulillah tidak ada dampak apa-apa baik yang pertama maupun yang kedua, reaksi yang saya rasakan hanya nafsu makan bertambah. Nantinya masyarakat yang berusia 18 th keatas akan mendapat undangan vaksinasi baik ke Puskesmas Tunjung maupun Puskesmas Randuagung. Mohon kepada para tokoh yang hadir ini untuk dapatnya menghimbau kepada masyarakatnya agar bersedia hadir dan dilakukan vaksinasi, karena ini merupakan upaya penyelamatan oleh pemerintah kepada rakyatnya dari bahayanya Covid 19." ujar Siswanto

Siswanto juga mohon menghimbau kepada masyarakat yang terpapar covid 19, apabila di lakukan tracing oleh pihak medis bersama forkopimcam jangan takut, karena kami hanya memantau dan mendata. Dan jika ada masyarakat yang terpapar Covid 19 tidah harus isolasi di Rumah sakit, namun bisa isolasi mandiri yang penting mematuhi protokol kesehatan dan anjuran dari petugas kesehatan.

"Perlu diketahui bahwa kami pihak medis yang sudah divaksin 2 kali dan sampai saat ini belum ada kasus meninggal karena vaksin. Jika ada undangan vaksinasi itu sifatnya tidak memaksa namun pemerintah memiliki tata aturan perundangan dan dalam aturan tersebut apabila ada yang menolak akan dikenakan sanksi." pungkas Siswanto

Kapolres Lumajang yang tampak hadir di Masjid Nurul Huda Randuagung, juga memberikan sambutannya. AKBP Eka Yekti menyampaiakn Ucapan syukur dan permohonan maaf atas keterlambatan dalam menghadiri kegiatan kali ini dikarenakan ada kegiatan mendadak dan mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.

"Kalau dulu hanya kementrian kesehatan yang menangani Covid, sekarang semua kementrian sudah turun tangan dalam menangani Covid 19. Termasuk sekarang ini Kementrian agama juga turun ke masyarakat memberikan sosialisasi protokol kesehatan yang dulu 3M sekarang 5M. Himbauan protokol kesehatan yang disampaikan oleh tokoh agama, ulama, insyaAllah lebih didengan oleh masyarakat." tutur AKBP eka

"Syukur alhamdulillah di kecamatan Randuagung ini semakin kondusif baik kriminalitasnya maupun penyebaran Covid 19 yang semakin membaik. Di Randuagung merupakan Zona hijau, tentunya hal ini tercapai berkat kerja keras dan peran serta jajaran pemerintahan Randuagung dan semua lapisan masyatakat, selanjutnya  mohon dipertahankan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal. Oleh karena itu mari semuanya mengambil peran agar semua lapisan masyarakat memiliki kesadaran untuk selalu mentaati protokol kesehatan dengan 5M." tambahnya

Alhamdulillah di lumajang saat ini masuk zona oranye, dan grafiknya terus menurun, semoga terus menurun dan menjadi zona hijau. Terkait dengan vaksinasi, agar seluruh masyarakat yang lolos scrining agar bersedia divaksin dan vaksinasi ini akan diberikan sebanyak dua kali. Vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan imun dan menambah kekebalan agar tidak mudah tertular covid 19." ungkap AKBP Eka

AKBP Eka Yekti juga menyampaikan sosialisasi terkait PPKM Mikro. Isitilah PPKM ini diterapkan awal tahun dan dievaluasi oleh Presiden tidak menimbulkan dampak yang besar. Hingga akhirnya timbul PPKM yang kedua, sementara berjalan muncul Instruksi Menteri Dalam Negeri muncul PPKM Mikro. PPKM Mikro ini semacam lockdown kecil-kecilan tingkat RT. Jika ada 10 orang lebih terkonfirmasi Covid 19 di RT tersebut, akan ditutup total. Kebutuhan akan disuplay dari luar menggunakan anggaran dana desa sebesar 8 persen hingga sembuh semua. Alhamdulillah di Lumajang ini tidak ada PPKM Mikro.

"Untuk saat ini kegiatan masyarakat boleh dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan yang ada, diantaranya dengan mentaati protokol kesehatan, pembatasan waktu, jumlah massa dan mnemperhatikan kapasitas ruang serta tidak ada hiburannya. Terkait pelaksanaan ibadah monggo disikapi dengan bijak agar zona hijau ini tetap bertahan terutama di wil kec. Randuagung. Masalah Pondok Pesantren agar lebih selektif, dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan serta bila perlu dilakukan cek kesehatan berkala dengan menjalin kerjasama dengan pihak medis setempat." tambahnya

"Selain masalah Covid 19, juga mohon dukungan dan kerjasamanya dalam menjaga keamanan di wilayah kec. Randuagung. TNI /Polri di wil kec. Randuagung sangat terbatas, namun berapapun jumlahnya kalau tidak ada peran serta masyarakat tidak akan berarti apa-apa, untuk itu mohon kesadaran dan kerjasamanya. Semoga kedepan lebih baik, lebih kondusif dan dijauhkan dari segala mara bahaya, balak musibah dan wabah penyakit." pungkas AKBP Eka (Humas)